Blog

Dari Pelopor Menjadi Konsumen Peradaban

Almarhum K.H. Zainuddin MZ pernah berseloroh bahwa teknologi membuat hidup menjadi mudah. Kalimat yang sederhana itu sesungguhnya menyimpan otokritik yang amat dalam. Hampir seluruh kemudahan, kenyamanan, dan keamanan yang kita nikmati hari ini—dari fasilitas medis, sarana transportasi, hingga komunikasi digital—lahir dari rahim peradaban teknologi.   Ironisnya, sebagian besar lompatan besar yang mengubah wajah peradaban modern […]

Dari Pelopor Menjadi Konsumen Peradaban Read More »

Demokrasi dan Persatuan

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Bagi sebagian orang, pepatah lama ini mungkin terdengar sudah usang, sekadar pemanis pidato para pejabat. Namun, di tengah disrupsi global yang semakin dahsyat, ungkapan tersebut justru menemukan kembali relevansinya. Ia bukan lagi sekadar imbauan moral, melainkan bagian dari kearifan sekaligus strategi menghadapi tantangan yang datangnya dari luar. Dalam situasi

Demokrasi dan Persatuan Read More »

Pesantren Bukan NU

Harus saya nyatakan bahwa tulisan ini lahir karena terdorong oleh podcast Fachry Ali berjudul: Kiai NU di Mata Pengamat Politik. Saya mendengarkannya dengan saksama, berusaha menangkap bukan hanya pesan-pesan yang disampaikan secara eksplisit (tersurat), tetapi juga yang tersirat.   Menurut saya, analisis Fachry Ali kali ini lebih mencerminkan ekspresi sebagai seorang cendekiawan yang memiliki perhatian

Pesantren Bukan NU Read More »

Pahlawan Nasional

Sutan Takdir Alisjahbana, yang lebih dikenal dengan singkatan STA, selama ini lebih banyak dikenang sebagai seorang sastrawan. Nama beliau pertama kali saya dengar dari guru Bahasa Indonesia ketika masih duduk di bangku SMA. Saat itu kami diwajibkan mengenal karya-karyanya, seperti Tak Putus Dirundung Malang, Dian yang Tak Kunjung Padam, Layar Terkembang, dan Anak Perawan di

Pahlawan Nasional Read More »

Selamat Jalan, Kawan

“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.” Demikian ungkapan yang spontan terucap ketika saya mendengar kabar bahwa Luthfi Bachmid telah berpulang ke rahmatullah. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa bagi saya, dialah guru politik pertama sekaligus orang yang membimbing saya memasuki dunia aktivisme sejak beliau masih menjadi mahasiswa.   Kisah ini bermula ketika saya lulus SMA

Selamat Jalan, Kawan Read More »

Bangga Menjadi Direktur Eksekutif CDCC

Ketika baru saja menyelesaikan program doktor di bidang ilmu politik, saya diundang oleh Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) untuk mempresentasikan disertasi saya mengenai transisi demokrasi di Indonesia dibandingkan dengan Turki dan Mesir.   Disertasi tersebut kemudian diterbitkan oleh Republika dalam bentuk buku berjudul Jalan Demokrasi: Pengalaman Indonesia, Turki, dan Mesir.   Pada

Bangga Menjadi Direktur Eksekutif CDCC Read More »

Abdillah Toha yang Saya Kenal

Pertama kali saya melihat sosok Abdillah Toha, ketika ia mengumpulkan sejumlah aktivis di sebuah hotel di Jakarta. Sebagai tuan rumah, ia memberikan sambutan pembuka dengan kalimat-kalimat yang tegas dan lugas. Pesannya disampaikan secara jelas, teratur, dan terukur. Setelah selesai berbicara, ia kemudian mengundang satu per satu tokoh yang hadir, yang kelak dikenal sebagai para penggerak

Abdillah Toha yang Saya Kenal Read More »